Transaksi itu terjadi pada 2024, tapi baru sekarang detailnya terkuak ke publik.
Rinat Akhmetov, konglomerat Ukraina yang memimpin System Capital Management sejak 2000, membeli sebuah apartemen lima lantai di gedung Le Renzo, Monako, seharga US$ 551,7 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun. Angka ini bukan sekadar rekor regional. Ini rekor dunia.
Rekor sebelumnya dipegang Nick Candy untuk sebuah properti di London senilai 265 juta poundsterling, sekitar Rp 6,2 triliun. Akhmetov memecahkannya dengan selisih yang tidak main-main.
Seluas 2.508 meter persegi, dirancang oleh biro arsitektur Renzo Piano Building Workshop, unit ini hadir lengkap dengan balkon, teras, kolam renang pribadi, dan pemandangan langsung ke Laut Mediterania. Gedung Le Renzo berdiri di kawasan residensial elite yang dikelilingi vila tepi laut dan area komersial kelas atas.
Harga per meter perseginya mendekati Rp 3,8 miliar. Bukan main.
Tapi angka Akhmetov sebenarnya bukan anomali di Monako, hanya yang paling ekstrem. Laporan Knight Frank 2026 mencatat harga properti di negara mini ini sudah menembus lebih dari Rp 1 miliar per meter persegi secara rata-rata. Artinya, modal US$ 1 juta, sekitar Rp 17,4 miliar, cuma cukup untuk membeli hunian 16 meter persegi. Seukuran kamar hotel standar. Atau carport.
Angka itu mengalahkan Hong Kong, mengalahkan London, dan jauh meninggalkan SCBD Jakarta yang harga tanahnya sudah dianggap selangit di angka Rp 200 juta per meter persegi.
Monako memang bukan pasar biasa. Negara tanpa pajak penghasilan ini sudah lama jadi magnet bagi kalangan superkaya global. Lokasinya menempel di perbatasan Prancis dan Italia, budaya berbasis bahasa Prancis dan Inggris, serta statusnya sebagai tuan rumah Grand Prix F1 menjadikan Monako semacam surga fiskal sekaligus surga gaya hidup.
Lewis Hamilton, misalnya, dilaporkan punya hunian di kawasan Fontvieille senilai sekitar US$ 15 juta atau Rp 261 miliar, dilengkapi sauna dan teras berjemur. Max Verstappen sudah menetap di sana sejak 2015 dengan properti senilai US$ 17 juta. Bagi pembalap F1, tinggal di Monako agaknya sudah jadi semacam ritual.
Akhmetov sendiri bukan pemain baru di pasar properti mewah. Sebelum transaksi Le Renzo, ia sudah mengantongi sebuah properti di Saint-Jean-Cap-Ferrat, French Riviera, yang ditaksir bernilai 173 juta poundsterling atau sekitar Rp 4 triliun. Kekayaan bersihnya menurut Forbes mencapai 5,8 miliar poundsterling, sekitar Rp 136 triliun. Di luar bisnis, ia menjabat sebagai presiden klub sepak bola Shakhtar Donetsk sejak 1996 dan memiliki saham di Campari Group.
Pertanyaannya, apakah pembelian properti mewah di luar negeri oleh taipan Ukraina ini mencerminkan strategi diversifikasi aset, atau sekadar gaya hidup kelas dunia yang terus berjalan lepas dari konteks geopolitik? Entah kebetulan atau tidak, transaksi sebesar ini diselesaikan justru saat Ukraina masih didera konflik bersenjata. Bisa jadi pertanyaan itu lebih penting dari angkanya sendiri.