KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Antre 2 Km di Melaka Demi Gaji Rp 15 Juta dari Pab...

Bisnis

Antre 2 Km di Melaka Demi Gaji Rp 15 Juta dari Pabrik Chip Jerman

Lebih dari 1.000 warga Malaysia rela berdiri sejak subuh di bawah terik matahari Melaka, membentuk antrean sepanjang dua kilometer untuk melamar kerja di Infineon Technologies AG. Satu pertanyaan menggantung: ini soal pengangguran, atau soal gaji yang terlalu menarik untuk dilewatkan?

Momen Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km untuk Melamar Kerja

Lima ratus kursi. Lebih dari seribu orang berebut mengisinya, antrean mengular dua kilometer dari lobi Hotel Holiday Inn hingga bahu jalan utama Melaka.

Itulah pemandangan 14 Juni lalu, ketika Infineon Technologies AG, raksasa semikonduktor asal Jerman, menggelar sesi wawancara terbuka di negara bagian itu. Perusahaan butuh 500 karyawan baru untuk posisi operator produksi dan teknisi, gaji awal RM 3.500 atau sekitar Rp 15,2 juta per bulan. Banyak pelamar sudah nongkrong di lokasi sejak pukul 5 pagi, jauh sebelum matahari benar-benar menggigit.

Foto dan video antrean yang berliku namun tertib itu viral di media sosial, dan agaknya cukup mengejutkan banyak pihak. Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh dan Walikota Shadan Othman turun langsung ke lokasi, membagikan makanan dan minuman kepada pelamar yang kepanasan. Shadan dilaporkan juga menemui manajemen Infineon, meminta penjelasan soal situasi dan mendesak perusahaan memastikan keselamatan para pencari kerja selama rekrutmen berlangsung.

Infineon bergerak cepat. Sekitar pukul 10 pagi, kode QR mulai dibagikan agar pelamar bisa mengunggah resume secara digital, lalu disarankan pulang menunggu kabar. Langkah adaptif. Tapi sebagian besar memilih bertahan di tempat, cuaca lembap dan panas tak dihiraukan.

Reaksi pejabat daerah menarik dicermati. Ngwe Hee Sem, anggota dewan eksekutif Melaka, tegas menolak tafsiran bahwa antrean ini mencerminkan krisis pengangguran. Tingkat pengangguran Melaka, klaimnya, berada di angka 2 persen, termasuk yang terendah di seluruh Malaysia. "Ketika sebuah perusahaan menawarkan peluang kerja yang baik dengan gaji yang kompetitif, tentu akan menarik banyak pencari kerja," kata Ngwe, dikutip Harian Metro.

Penjelasan itu masuk akal, setidaknya di atas kertas. Tapi justru membuka pertanyaan lain yang lebih menggelitik: seberapa jauh kesenjangan antara gaji pasar kerja lokal dan apa yang ditawarkan industri multinasional? Kalau RM 3.500 sudah cukup memobilisasi ribuan orang berdiri sejak subuh, bisa jadi angka itu memang jauh di atas rata-rata yang biasa mereka kantongi.

Bagi investor yang memantau sektor semikonduktor, ini bukan sekadar berita viral. Infineon sedang aktif menggenjot kapasitas produksi di Malaysia, dan Melaka adalah salah satu basis operasional kuncinya. Membludaknya pelamar, entah kebetulan atau tidak, justru jadi sinyal positif: pasokan tenaga kerja manufaktur di kawasan ini masih tersedia dan lapar kerja. Modal dasar yang tidak kecil bagi industri padat karya yang sedang tumbuh.