JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  45 Emiten Tebar Dividen Juni 2026, dari INTP hingg...

Bisnis

45 Emiten Tebar Dividen Juni 2026, dari INTP hingga AADI: Peluang dan Jebakan yang Perlu Diwaspadai

Memasuki Juni 2026, sedikitnya 45 emiten tercatat akan memasuki periode cum dividen, dengan sejumlah nama big caps LQ45 menjadi incaran utama investor yang memburu imbal hasil di atas instrumen pendapatan tetap.

Puluhan Saham Siap Tebar Dividen, Cek Pilihannya!

Kalau ada satu momentum yang biasanya membuat investor ritel bersemangat, itu musim dividen. Juni 2026 datang dengan jadwal yang padat: 45 emiten terjadwal membagi laba kepada pemegang sahamnya, mulai dari sektor energi, farmasi, infrastruktur, hingga konsumsi.

Gelombang pertama sudah dimulai 2 Juni 2026. Pada tanggal itu, tidak kurang dari 12 emiten memasuki cum date, termasuk nama-nama yang cukup dikenal: PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Pembayaran dividen untuk sebagian besar emiten ini dijadwalkan pada 19 Juni, meski CPIN lebih cepat, yakni 12 Juni.

Sehari setelahnya, 3 Juni, giliran PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE). INTP mencuri perhatian karena membagikan dividen Rp468 per saham, nilai terbesar di antara seluruh emiten yang masuk daftar bulan ini. Bukan angka kecil. Disusul PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) dengan Rp465 per saham, cum date-nya jatuh 8 Juni.

Energi, lagi-lagi, jadi sektor yang layak dicermati. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dengan dividen Rp456,9 per saham dan cum date 4 Juni, masuk tiga besar nilai dividen tertinggi bulan ini. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga ikut meramaikan tanggal yang sama. Rekam jejak sektor ini dalam hal yield dividen memang jarang mengecewakan, meski fluktuasi harga komoditas tetap jadi faktor risiko yang tidak bisa dipeluk buta.

Tujuh emiten konstituen indeks LQ45 sekaligus masuk dalam jadwal pekan pertama Juni ini, semuanya sudah mengantongi persetujuan RUPST pada Mei lalu. Artinya, kepastian pembagian dividen sudah final, bukan sekadar rencana. Delapan emiten LQ45 lainnya masih mengantri jadwal RUPST sepanjang Juni 2026, sehingga daftar ini berpotensi bertambah.

Tapi ada sisi lain yang wajib diingat. Musim dividen bukan musim beli tanpa hitung-hitungan. Fenomena dividend trap cukup klasik di pasar kita: investor beli saham sebelum cum date, harga naik karena permintaan meningkat, lalu begitu masuk sesi ex date, saham amblas setara atau bahkan melebihi nilai dividen per saham yang dibagikan. Mereka yang masuk terlambat, atau tanpa kalkulasi matang, bisa nyangkut di harga yang tidak menyenangkan.

Sentimen rebalancing MSCI dan FTSE yang berpotensi memicu volatilitas di sekitar periode yang sama menambah lapisan risiko tersendiri. Pertanyaannya, apakah harga saham sejumlah emiten ini sudah terlanjur naik duluan sebelum sempat masuk?

Sebagai gambaran, berikut emiten lain yang juga masuk daftar Juni: PT Merck Tbk (MERK) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) pada 5 Juni, sementara PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan PT Sinar Mas Resources and Tech Tbk (SMAR) bergabung bersama AADI dan PGAS pada 4 Juni. Data lengkap 45 emiten tersedia di situs resmi Bursa Efek Indonesia dan KSEI.

Di atas kertas, imbal hasil beberapa emiten dalam daftar ini berada di atas rata-rata deposito maupun obligasi pemerintah jangka pendek. Daya tarik yang nyata, terutama bagi institusi yang butuh yield rutin. Tapi kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, agaknya kuncinya tetap satu: cermati fundamental, bukan sekadar angka dividen di permukaan.