RABU, 16 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  14 Butir MoU AS-Iran Terungkap, Israel Tak Kebagia...

Finansial

14 Butir MoU AS-Iran Terungkap, Israel Tak Kebagian Akses Draf

Draf nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran bocor ke publik dengan total 14 pasal, mencakup gencatan senjata permanen hingga janji rekonstruksi senilai USD 300 miliar. Israel yang meminta akses draf tersebut justru tidak diberi.

AS Spill Draf MoU Perdamaian dengan Iran, Total 14 Butir

Draf nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya terbaca juga oleh publik, dibacakan langsung oleh pejabat senior AS di hadapan media. Totalnya 14 pasal, cakupannya jauh lebih luas dari sekadar isu nuklir.

Pasal pertama langsung menyentuh soal yang paling krusial: penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon. Kedua pihak berjanji tidak akan memulai perang atau menggunakan ancaman kekerasan satu sama lain. Integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon pun masuk klausul yang sama. Kesepakatan akhir nantinya akan mengukuhkan penghentian permanen ini.

Di sisi ekonomi, angkanya tidak main-main. AS berjanji menggalang dana bersama mitra regionalnya senilai minimal USD 300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran, dengan mekanisme yang dirampungkan dalam 60 hari sebagai bagian dari kesepakatan final. Hampir bersamaan, blokade angkatan laut AS terhadap Iran wajib dicabut penuh dalam 30 hari setelah penandatanganan, lalu lintas kapal dipulihkan bertahap sesuai volume pra-perang.

Sanksi? Washington berkomitmen mengakhiri semuanya. Resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA, sanksi unilateral AS baik primer maupun sekunder, semua masuk daftar yang harus dilucuti. Aset dan dana Iran yang selama ini dibekukan juga wajib sepenuhnya dapat digunakan kembali, dengan Bank Sentral Iran sebagai pihak yang menentukan penerima manfaat akhir. Pengecualian sementara untuk ekspor minyak mentah Iran, termasuk layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait, berlaku sejak MoU ini ditandatangani. Cepat.

Nuklir tetap jadi jantung perundingan. Iran menegaskan ulang tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir, dan kedua pihak sepakat membahas mekanisme pembuangan material yang diperkaya di bawah pengawasan IAEA. Soal pengayaan uranium dan kebutuhan nuklir Iran lainnya masih akan dinegosiasikan lebih lanjut dalam kesepakatan akhir. Selama masa tunggu, status quo program nuklir Iran dipertahankan. AS tidak akan memberlakukan sanksi baru, tidak pula menambah kehadiran militer di kawasan.

Selat Hormuz pun masuk dalam draf. Iran diberi tugas memastikan jalur aman kapal komersial selama 60 hari tanpa biaya, termasuk pembersihan ranjau. Tehran juga akan berdialog dengan Kesultanan Oman soal administrasi maritim di selat tersebut.

Batas waktu kesepakatan akhir ditetapkan maksimal 60 hari, bisa diperpanjang dengan persetujuan bersama. Hasilnya kelak disahkan lewat resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat, bukan sekadar komitmen politis.

Israel, kalau data ini bisa dipercaya, meminta akses terhadap draf MoU ini. Permintaan itu tidak dikabulkan. Tel Aviv agaknya bukan pihak yang paling senang membaca perkembangan ini: kesepakatan yang mencabut sanksi dan membuka kran minyak Iran secara langsung mengubah kalkulasi strategis di kawasan. Pertanyaannya sekarang bukan apakah peta geopolitik Timur Tengah akan bergeser, melainkan seberapa cepat itu terjadi dan siapa yang kena tampar duluan.